Book Review: Raksasa Dari Jogja

NYERAAAAH…

Akhirnya, setelah dipaksa-paksakan untuk menamatkan novel Raksasa Dari Jogja karya Dwitasari ini yang ceritanya aneh, nama-nama tokohnya maksa dan penyalahgunaan tanda baca di setiap percakapan, aku gak bisa menamatkannya! Menyerah! Baru kali ini merasa kecewa banget beli novel.

Awalnya gini, aku yang baru aja sign up ke Goodreads.com dan langsung ikutan Reading Challenge 2013, langsung aja pasang 25 books untuk di baca di tahun ini. Karena Lhokseumawe kota yang … yah gitulah, jadi belum ada Gramedia (BELUM YA! Suatu saat! Pasti BISA! CAIYO LHOKSEUMAWE!!)), ketemulah dengan beberapa toko buku. Kebanyakan sih menjual buku motivasi, buku islami dan beberapa majalah. Untuk novel masih dibilang sedikit banget dan gak up-to-date.

Di sini, kita gak bisa buka sampul bukunya, apalagi baca langsung di toko itu. Mungkin karena setiap buku limited stock saja. Karena udah kepengen banget beli novel, aku ngecheck review novel ini dari twitter. Biasanya review di twitter itu jujur dan langsung pendapat sendiri (gak menjual!). Dan setelah baca-baca review RDJ di twitter, banyak yang bilang bagus.

Review dari twitter

Review dari twitter

Dengan perasaan senang, pengen cepat-cepat membuka sampulnya, baca halaman demi halaman. Apalagi melihat covernya, bagus. Ternyata….

Menyesal banget dan bawaannya pengen langsung buat review pedes ini.

*warning: contain spoiler dan beberapa kalimat yang mungkin tidak menyenangkan. Pendapat sangat subjektif dan maaf kalau tidak memikirkan perasaan orang lain. 

1. Don’t judge a book by its cover … or its twitter review. Ini cocok banget untuk cover buku RDJ ini karena covernya yang simple dan sweet. Blurp di belakangnya juga seperti ungkapan bahwa cinta itu akan selalu ada untuk seseorang, bahkan untuk orang yang gak percaya cinta seperti Bianca. Ternyata kata-kata di dalam bukunya gak semenarik dan gak seindah, gak seromantis, gak se sweet yang dibayangkan. Banyak quote yang udah sering dibaca dan seperti di ulang-ulang, ada juga kata-kata yang mau dibikin romantis, tiba-tiba ditambah dengan deskripsi yang aneh. Gagal total nih.

Cover RDJ

Cover Sweet & Romantis RDJ

2. Nama-nama tokoh seperti Bianca Dominique, Letisha, Gabriel, Vanessa.. aku rasa terlalu … entahlah, telenovela? Rasanya kurang pas dengan cerita yang bersetting di Jogja. Mungkin kalau settingan novelnya di Eropa atau yah.. Meksiko langsung, mungkin pas.

3. Ada hubungan “spesial” yang membuat aku merasa geli, aneh dan beberapa kali menaikkan alis. Aku mencoba membacanya berulang-ulang dengan intonasi berbeda atau dengan sudut pandang abang-adik juga gak masuk akal. Tokoh Bianca yang dekat dengan “SEPUPU” nya Kevin menjadi seperti tanda tanya. Mereka mungkin menyesal telah di takdirkan sebagai sepupu, karena mereka jadi gak bisa pacaran. Kenapa gak langsung dibuat seperti itu aja sih ceritanya? Kevin ternyata jatuh cinta setengah mati kepada Bian, yang ternyata sepupunya. Mungkin lebih menarik, daripada seperti diam-diam mencintai, tapi gak bisa. Kedua tokoh ini sangat lebay mengekspresikan “sayang” mereka yang berkali-kali ditekankan di setiap bab bahwa mereka menyanyangi layaknya hubungan abang-adik. Bullssssshhhtt.

4. Banyak kejadian yang kurang penting atau kesannya seperti buru-buru atau sebenarnya si penulis seperti gak tahu mau nyambungin ceritanya kayak gimana, jadi dia terpaksa nambahin bumbu-bumbu gak jelas di buku ini. Contohnya seperti si Vanessa (teman baru Bianca) mengajak Bianca kenalan dengan Mamanya Vanessa, yang katanya pengen ketemu dengan Bianca. Dijelasin disitu bahwa Mamanya si Vanessa suka nonton berita kriminal. Ketika mereka sampai di rumah Vanessa, Mama si Vanessa salam-an dengan Bianca, trus ya udah, lanjut nonton berita kriminal. Gak ada terkesan pengen kenalan gitu. Ini salah satu adegan di buku ini yang terkesan APA DEEEH!

*walopun di berita kriminal itu membahas tentang KDRT yang ada kaitannya dengan Mama nya Bianca, tapi apa gak bisa dihubung-hubungin dengan kejadian lain? Trus mama si Vanessa buat apa ya diceritakan di dalam novel ini? Perannya udah segitu aja.

5. APA?! Kamu, sahabat aku, jadian sama gebetan aku? Yang kamu sendiri gak tahu bahwa aku suka sama dia udah bertahun-tahun, yang gebetan aku juga gak suka sama aku? Dan kamu mau baikan sama aku setelah kamu putus dari cowok itu? WANITA JALANG kamu!  

Begitulah kira-kira versi lebaynya. Bianca marah sama Letisha sahabatnya karena Letisha disukai dan jadian sama Joshua. Joshua itu katanya sih cinta pertamanya Bianca, tapi pembaca seperti aku juga gak yakin kalau Joshua itu adalah cinta pertamanya. Karena di buku itu tidak diceritakan begitu jelas kapan, dimana dan bagaimana. Letisha yang jadi sahabatnya Bianca aja tidak tahu kalau Bianca cinta sama Joshua, apalagi pembaca! Suatu saat Letisha menelpon Bianca yang udah pindah ke Jogja untuk minta maaf, tapi si Bianca malah marah-marah dan sukses membatin dalam hati bahwa ex sahabatnya itu adalah wanita jalang. Bukan kata-katanya yang kasar yang membuat aku kesal, tapi kenapa kok bisa tiba-tiba si Bianca semarah itu?

Sepertinya ini buku lebih cocok untuk dijadikan buku pelajaran tentang pentingnya komunikasi! Karena banyak kesalahpahaman yang ganjil dan jadi terkesan norak, lebay, maksa.

6. Kenapa banyak, sekali, penempatan tanda baca, yang, salah seperti, ini, ya? Mengganggu.

7. Kalau baca review buku ini di Goodreads, ternyata banyak yang pendapatnya kurang lebih sama seperti aku. Lihat di sini.

Muka masih happy, sebelum membaca bukunya.

Muka masih happy, sebelum membaca bukunya. >:O

Overall, buku ini not recommended untuk orang yang suka baca novel, apalagi novel-novel berat. Mungkin cocok untuk anak abg (mungkin ya). Untuk tema tentang “tidak percaya cinta” sih ok, jalan ceritanya juga ok, tapi cara penyampaian ceritanya yang sangat sangat tidak ok. Ini sih menurut pendapat pribadi aku, kalau tidak suka ya gpp, aku juga gak suka bukunya. :(

2 comments on “Book Review: Raksasa Dari Jogja

  1. erma says:

    kak, menurut banyak informasi, pengarang dari buku ini juga bukan orang yang jelas looo. coba googling :D banyak fakta2 mencengangkan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s