A Plus Life

Several times I heard someone said tome “Be positive, think positive.”

At first I thought they were just saying, karena aku pikir aku adalah orang yang sangat sangat berpikiran logika dan positive. Apabila ada satu hal yang mencurigakan, apa aku harus tetap berpikir positive? Apabila aku tahu aku disakiti, apa aku tetap akan berpikir positive? Mungkin yang mereka maksud, “kamu terlalu cepat tau atau cepat menebak sesuatu, lebih baik jangan mendekat!”

Tapi ternyata itu salah satu negative thinking yang aku punya. Aku berpikiran akan disakiti, dan ternyata bener. Dan memang kalaupun benar aku akan disakiti, seharusnya aku juga membiasakan diri untuk terus berpikir positive, bahwa mungkin suatu saat sakit yang aku alamin sekarang, akan berubah menjadi indah pada waktunya. 😉

Dan ketika Mas mengirim artikel tentang “positive thinking creates your inner beauty”, aku langsung pelan-pelan melihat ke belakang dan mengingat kembali siapa saja yang pernah bilang bahwa aku harus berpikiran positive. Ada beberapa orang yang aku masih ingat ketika mereka bilang bahwa aku harus berpikir positive. Saat itu, aku mikir bahwa aku sudah banyak belajar, merasakan yang pahitnya, dan berpikir sewajarnya, padahal pandangan orang-orang di sekitar kita bisa jadi untuk motivasi dan melihat kekurangan kita langsung tanpa kita sadari.

Mungkin mulai sekarang, aku harus belajar lebih mendengar dan berusaha terus untuk berpikir positive di setiap situasi. Karena kadang ikhlas dan pasrah itu bedanya tipis tapi pahalanya beda. 😉

I’m gonna try my best, isn’t that what we’re supposed to do everyday?

Live positively!

Love and My Hero

Whoaaa… Now it’s been 5 days not posting anything here. I’ve been talking, playing, discussing, watching and joking around with my brother and sister a lot lately and don’t have time to even open my blog.

My love life was not so good for last couple of days, but I’m trying to fix it now. Maybe it’s not something that can be fixed, but I’m gonna keep trying as long as he stays. Inilah yang berat dari hubungan LDR, and this is not my first time. Kalau lagi jauh, mau ngomong baek-baek atau sekedar pengen sharing aja susah banget. Gangguan jaringan lah, gangguan lingkungan, gangguan waktu, miss communication, miss heard, miss him. Semuanya itu datang bersamaan, dan suasana bisa kacau sekacau-kacaunya. Aku harus lebih banyak mendengar, menyibukkan diri dan ngurusin yang lain deh daripada mikirin terus.

Btw, beberapa hari ini juga ngomongin bisnis-bisnis plan terus sama si abang dan kakak, yang membuat kepala ini penuh dengan ide-ide tapi tetap aja susah jalaninnya. Banyak terkendala oleh uang dan bahan yang susah banget dicari di kota kecil ini. Mungkin beberapa ide bisa dijalaninnya setengahnya dulu, lalu dicicil dengan ide-ide tambahan yang lain. Tapi aku orangnya cepat pesimis sih, aku selalu mikir, kalau kita buat ide kecil sekarang, besok orang lain udah punya ide yang sama tapi lebih besar. Gimana ya supaya gak cepat down dengan gak mikirin hal-hal gitu?

Lalu semalam ceritain tentang alm. papa. We miss him a looooottttt and he is our fave person that we love to talk about in every single conversation. Semua cerita tentang kelucu-lucuan dia saat sakit dan bagaimana dia membesarkan kami supaya menjadi adil, tidak berantem sesama adik kakak, lalu bagaimana menjadi orang yang mau terus berusaha untuk sukses dan membantu tanpa pamrih.

Kebetulan kemarin ada cerita di dalam satu keluarga, kakak dan adiknya susah akur, gara-gara harta. Kalau dulu alm. papa selalu ngajarin, semuanya dibagi rata. Mulai dari mainan, makanan, tempat sampai ke uang juga seperti itu, sehingga aku tau mana hak aku dan yang mana harus aku kasih ke kakak-kakakku. Semuanya udah dapat ‘jatah’nya. Tanpa iri-irian apalagi sampai mengambil hak yang bukan milik kita. Apalagi seperti aku, anak terakhir, biasanya dapat jatah paling kecil, atau paling terakhir atau malah bisa jatah bekas. Tapi kakak-kakakku orangnya masih bisa ditawar kok, masih bisa dirayu. Dan aku tahu, kalau emang gak boleh, berarti gak boleh. Like he always remind us, InsyaAllah, harta dan rezeki itu ditanganNya dan sudah dibagi rata.

And being the smallest in the family, means that I always get the small one. “Badan kamu kan kecil, jadi dapatnya kecil juga.” Then I stop arguing.

This is our hero:

My #1 Hero

Who is the person you love to talk about at your home?

Have a Happy Day!

How It’s Made Tofu Soup

Kemarin sempat absen nulis satu hari, gara-gara kebanyakan nonton video Youtube “How It’s Made” by Discovery Channel. And I know a lot now. How It’s Made itu menceritakan bagaimana satu proses produk yang dibuat secara mass, seperti lilin, bubble gum, potato chips, neon lights, ice cream cone, possibly anything you want to know of. Educative dan entertaining video.

Btw, hari ini aku masak sop tahu. Karena di rumah yang ada cuma tempe dan tahu, dan si mama suka makan yang berkuah-kuah, jadi aku adakan saja sop tahu. Walaupun awalnya sok-sok tahu, tapi setelah searching di internet ketemu resep yang simple-simple aja dan bisa dimodifikasi sedikit.

Supaya nanti aku bisa ingat-ingat resep nya lagi, sekalian aja aku posting di sini untuk resepnya. So, here’s How It’s Made Sop Tahu by me.

Bahan-bahan:

1. Tahu (cuma 3 potong)
2. Wortel
3. Cabe merah
4. Bawang putih (ditumis dulu)
5. Daun sop
6. Air
7. Garam
8. Merica
9. Royco Ayam
Kalau mau ditambah daun sawi atau daun bayam, dan kebetulan aku gak suka dua-duanya dan stock dirumah juga gak ada, jadi we’ll skip that.

Caranya:
1. Rebus air, masukkan bawang putih yang udah ditumis
2. Setelah airnya udah agak mendidih, masukkan tahu dan wortel.
3. Masukkan garam, merica dan royco ayam sesuai selera, aduk sedikit dan biarkan mendidih.
4. Apabila kuahnya masih bening, tutup rebusannya kira-kira 10 menit.
5. Jangan lupa dirasa, apabila kurang, tambahkan lagi garam/royco nya.
6. Lalu biarkan sebentar, boleh ditutup lagi sampai airnya agak memutih.
7. Masukkan cabe dan daun sop
8. Panasin sebentar lagi, lalu hidangkan.

Penampakannya seperti ini:

Sop Tahu

Simple, easy to made and cheap! So, that’s my dinner for tonight.

Happy Friday!

Family First

So much for morning madness! Hua… Hari ini pagi-pagi udah sibuk beberes warung, sampai keluar keringat. Setiap hari biasanya juga gitu sih, tapi pagi ini malah susah mau makan, duduk bentar atau pun mau minum. Pembeli nya datang terus. Rejeki pagi itu emang indah ya. 🙂

Btw, kemarin aku nonton bareng kakak, pilm korea yang judulnya Hello Ghost.

Hello Ghost Cover

Dari cover depannya aja udah kelihatan kalo film ini lucu, menarik dan kemungkinan comedy cerita tentang hantu. Aku sempat baca blurp filmnya yang menceritakan seorang cowok ingin bunuh diri namun gagal terus dan bukannya mati tapi malah bisa melihat hantu-hantu. Nah, hantu itu punya keinginan yang gak kesampaian, yah ceritanya seperti arwah penasaran gitu. Dan akhirnya si cowok lah yang membantu mereka untuk memenuhi keinginan-keinginan itu.

Continue reading

Cerita Pertama

Berawal dari kepengen punya blog yang menceritakan kehidupanku sehari-hari. Tapi gak enak juga kalau terlalu public dan di jadiin satu dengan blog yang kadang ada puisinya, ada cerita pendek atau ada yang gak jelas di sini. Akhirnya aku buat aja yang baru. Semoga yang ini lebih rajin diisi, karena kan tujuannya untuk ceritain kehidupan sehari-hari. Walaupun mungkin tidak mampu. Jadi jangan berharap terlalu banyak. Huhu.

So, lanjut ke isi postingan pertama nih.

Awal September tahun 2012 ini dimulai lagi dengan kejadian yang gak mengenakkan. Entah kenapa selalu aja ada hal yang bikin gak enak hati, dan diulangi-ulangi diulangi lagi. Entah sengaja atau memang dasarnya pelupa. Entahlah. Tapi aku juga jadi berpikir, kalau memang kejadian yang sama terulang terus, mungkin aku nya yang salah. Bisa jadi apa yang aku sampaikan kurang jelas, atau memang salah. Dan karena masalah nya terlalu privat, sepertinya gak etis kalau harus diceritakan disini.  Jadi kayaknya aku harus ubah sifat dan mungkin lebih menerima. Menerima apa? Menerima kekalahan aja deh.

Semoga bisa jadi orang yang bersyukur setiap hari. 🙂