Family First

So much for morning madness! Hua… Hari ini pagi-pagi udah sibuk beberes warung, sampai keluar keringat. Setiap hari biasanya juga gitu sih, tapi pagi ini malah susah mau makan, duduk bentar atau pun mau minum. Pembeli nya datang terus. Rejeki pagi itu emang indah ya.🙂

Btw, kemarin aku nonton bareng kakak, pilm korea yang judulnya Hello Ghost.

Hello Ghost Cover

Dari cover depannya aja udah kelihatan kalo film ini lucu, menarik dan kemungkinan comedy cerita tentang hantu. Aku sempat baca blurp filmnya yang menceritakan seorang cowok ingin bunuh diri namun gagal terus dan bukannya mati tapi malah bisa melihat hantu-hantu. Nah, hantu itu punya keinginan yang gak kesampaian, yah ceritanya seperti arwah penasaran gitu. Dan akhirnya si cowok lah yang membantu mereka untuk memenuhi keinginan-keinginan itu.

Sebenarnya tidak penasaran sama ceritanya, namun karena pemainnya si Cha Tae-Hyun yang terkenal di film “My Sassy Girl”, aku jadi tau nih akting cowoknya bakalan annoyingly funny!! And I was right! Kalau mau baca review lengkapnya di blog Si Tukang Review aja ya. Karena disitu udah cukup jelas spoilernya. hihi.

Di film ini ada adegan di mana si cowok merasa kesepian karena gak pernah punya keluarga dan cewek yang dia sukai ternyata malah merasa kesel sama keluarga yang dia miliki, terutama ayahnya. Diceritakan bahwa si cewek kesel melihat tingkah bokapnya dan si cewek mungkin udah terlanjur benci sama tingkahnya. Yang membuat si cewek tega membentak bokapnya sendiri. Di film yang ada adegan beginian, pasti males banget nontonnya. Karena kasian melihat orang tua dimarah-marahin gitu.

Orang tua itu adalah kita, versi aslinya. Kalo anak itu bisa dibilang versi 1,2,3 dari gen-gen orang tua. Intinya, orang tua kita memang tidak sepenuhnya sama seperti kita, atau mungkin bertolak belakang, tapi anak membawa beberapa gen orang tua sehingga kita bisa mempunyai bentuk fisik atau sifat yang sama dengan orang tua. Sebenarnya kalau ngomongin masalah gen, dna atau sifat-sifat keturunan bakalan panjang, dengerin aja guru biologi di kelas. hihi.

Intinya, semua perasaan yang kamu rasakan ke orang tua kamu, bisa jadi itu benci, males, senang, sayang, semunya itu dibentuk oleh kamu. Bukan dari perilaku tingkah orang tua, tapi dari bagaimana kamu bersikap untuk menerima bahwa merekalah orang tua kamu.

Jadi pengen sedikit menceritakan tentang keluarga nih. Bukan mau curhat sih tapi manatau bisa jadi pelajaran dan untuk mengingatkan aku di kemudian hari. Dulu, aku sering berantem sama mama karena sama-sama punya sifat keras kepala. Apa yang aku pengen atau minta, semuanya dilarang tanpa ada alasan yang jelas. Karena masih abege gitu, aku pasti ngelawan, marah, kesel, sebel dan beberapa kali galau. Kalau dulu sih istilahnya bukan galau, tapi bete/bedmud. Dan langsung pasang status “BT” di YM.

Tapi kalau sekarang, walaupun masih ngeselin, aku yang selalu curhat sama kakakku cuma bisa bilang “Mungkin si mama itu begini ya.” “Kayaknya bener juga sih.” “Coba dibicarakan lagi dengan becandaan.” “Yaah, memang seperti itulah nyonya besar kita.” Intinya sekarang lebih pasrah dan mencoba melihat keadaan dari sisi orang tua.

Sejelek apapun atau sebaik apapun sifat mereka, kalau kamu mau menerima kekurangan dan kelebihan mereka, semuanya akan jelas. Karena tidak semua orang bisa akrab, meskipun dengan anak sendiri. Kalau orang tua kamu tidak punya sifat “sharing”, curhat atau asyik kalau diajak ngobrol, kenapa bukan kamu yang mulai duluan? Mendekatkan diri pada orang tua juga bisa lebih mengenal diri kita sendiri.😉

Picture of the day:

Cloudy Sky – about to rain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s