Love and My Hero

Whoaaa… Now it’s been 5 days not posting anything here. I’ve been talking, playing, discussing, watching and joking around with my brother and sister a lot lately and don’t have time to even open my blog.

My love life was not so good for last couple of days, but I’m trying to fix it now. Maybe it’s not something that can be fixed, but I’m gonna keep trying as long as he stays. Inilah yang berat dari hubungan LDR, and this is not my first time. Kalau lagi jauh, mau ngomong baek-baek atau sekedar pengen sharing aja susah banget. Gangguan jaringan lah, gangguan lingkungan, gangguan waktu, miss communication, miss heard, miss him. Semuanya itu datang bersamaan, dan suasana bisa kacau sekacau-kacaunya. Aku harus lebih banyak mendengar, menyibukkan diri dan ngurusin yang lain deh daripada mikirin terus.

Btw, beberapa hari ini juga ngomongin bisnis-bisnis plan terus sama si abang dan kakak, yang membuat kepala ini penuh dengan ide-ide tapi tetap aja susah jalaninnya. Banyak terkendala oleh uang dan bahan yang susah banget dicari di kota kecil ini. Mungkin beberapa ide bisa dijalaninnya setengahnya dulu, lalu dicicil dengan ide-ide tambahan yang lain. Tapi aku orangnya cepat pesimis sih, aku selalu mikir, kalau kita buat ide kecil sekarang, besok orang lain udah punya ide yang sama tapi lebih besar. Gimana ya supaya gak cepat down dengan gak mikirin hal-hal gitu?

Lalu semalam ceritain tentang alm. papa. We miss him a looooottttt and he is our fave person that we love to talk about in every single conversation. Semua cerita tentang kelucu-lucuan dia saat sakit dan bagaimana dia membesarkan kami supaya menjadi adil, tidak berantem sesama adik kakak, lalu bagaimana menjadi orang yang mau terus berusaha untuk sukses dan membantu tanpa pamrih.

Kebetulan kemarin ada cerita di dalam satu keluarga, kakak dan adiknya susah akur, gara-gara harta. Kalau dulu alm. papa selalu ngajarin, semuanya dibagi rata. Mulai dari mainan, makanan, tempat sampai ke uang juga seperti itu, sehingga aku tau mana hak aku dan yang mana harus aku kasih ke kakak-kakakku. Semuanya udah dapat ‘jatah’nya. Tanpa iri-irian apalagi sampai mengambil hak yang bukan milik kita. Apalagi seperti aku, anak terakhir, biasanya dapat jatah paling kecil, atau paling terakhir atau malah bisa jatah bekas. Tapi kakak-kakakku orangnya masih bisa ditawar kok, masih bisa dirayu. Dan aku tahu, kalau emang gak boleh, berarti gak boleh. Like he always remind us, InsyaAllah, harta dan rezeki itu ditanganNya dan sudah dibagi rata.

And being the smallest in the family, means that I always get the small one. “Badan kamu kan kecil, jadi dapatnya kecil juga.” Then I stop arguing.

This is our hero:

My #1 Hero

Who is the person you love to talk about at your home?

Have a Happy Day!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s