10 out of 25. I hope I can match all of these signs someday, so that I can call myself a writer. 😉

Thought Catalog

1. You take a pen and paper with you everywhere, sometimes even into bed with you, just in case you have an idea at three in the morning that absolutely must be remembered. That idea never usually ends up good, but like everything you say when you’re stoned, it sounded very good at the time.

2. You really, really want to buy a typewriter, even though you never expect to actually use it. You just want a typewriter because you’re one of the 10 people in the world who still finds them romantic and sexy. All of those people are writers.

3. When you date someone and they say that they majored in “English” or “Poetry,” you’re instantly excited but then exceedingly nervous. Why? Because you’ll eventually be expected to read some of their poetry — something they really love and don’t show to a lot of people — and…

View original post 1,399 more words

Ready for Gangnam Style

Such a busy month this March, we’re going to open our store soon for @handmadebyzee and we have a lot to decorate, display and products to sell. Beberapa minggu terakhir penuh dengan jahit, jahit, jahit. BUT I FEEL SO SLEEPY. I think I eat the “Sleeping Monster” and it’s growing inside my body.

Well, saatnya bersemangaaaat! Dua hari lagi aku akan berada di KL mengunjungi si bodat dan akan bernostalGILA lagi, reminiscing our crazy moments, drive to nowhere and just enjoying teh o ice and nasi lemak. On the weekend, we’ll drive through this Music Festival!

976260_599540_Future_Music_Festival_main_image

Future Music Festival Asia 2013

PSY Gangnam

HEEEEYY, SEXY LADY!

Oh yeah, I’m going to dance GANGNAM STYLE too! Even though some of you will say it’s sooooo 2012, and 2013 is Harlem Shake, well, I don’t care. I will do Harlem Shake in his concert!!! I hope I don’t get too hype and forget to take pictures/videos!

Holiday in a holiday moment…?? I’m coooming!!

CS Kota Kecil vs Kota Besar 02

Ini lanjutan dari postingan sebelumnya, tentang customer service di kota kecil seperti Lhokseumawe, kota kelahiranku. Aku gak bermaksud menjelekkan-jelekkan kota kelahiranku, bahkan terlalu banyak kenangan indah di kota ini yang gak bisa aku lepaskan. Tapi pendapat aku tentang “buruknya” pelayanan yang diberikan di berbagai perusahaan/usaha membuat aku geram.

Dan postingan ini murni pendapat, kalau ada yang tidak setuju, ya silahkan saja, mana tau kita bisa bertukar cerita dan pengalaman. 😉

Ok, lanjut aja ya. 2 minggu lalu aku sempat ditawarin kerja di salah satu anak perusahaan pusat telekomunikasi terbesar di Indonesia. Sebut saja Perusahaan Z. Nah, aku awalnya ditawarin untuk jadi Admin di bagian Sales. Menurutku sih boleh-boleh saja, aku pikir kalau Admin ya kerjanya gak terlalu berat. Dan aku memang ingin nyari kerjaan yang ringan, supaya bisa sekalian menyusun strategi-strategi untuk bisnis craft Handmade by Zee yang sekarang. Kalau admin kan bisa pulang tepat waktu, gak perlu lembur, kerjaannya cuma ngetik-ngetik dan filing. Gak ada beban. Menurutku sih gitu.

Continue reading

CS Kota Kecil vs Kota Besar 01

Mau cerita banyak nih tentang “malesnya” tinggal di kota kecil. Contohnya seperti limited fast food chain, limited produk-produk dari luar (misalnya Body Shop, Topshop, Charles & Keith) bahkan di kota ku gak ada, limited mall (hanya 1 di kota ku), dan limited excellent customer service.

Nah, mau ngomong tentang customer service nih. Kenapa kebanyakan kota kecil, pelayanan terhadap konsumen biasanya buruk. Memang tidak semuanya seperti itu, tapi kebanyakan. Dulu pas tinggal di Padang, ada satu toko roti yang pelayannya malesin banget. Mereka tahu bahwa mereka yang terbaik, terlengkap, terenak di kota itu, tapi bukan berarti pelanggan bukan raja. Apalagi pelayanannya buruk, tambah pengetahuan produknya juga buruk. Kalau di kota besar, biasanya toko-toko seperti itu tidak bertahan lama.

Lanjut lagi di kota Lhokseumawe ini. Kebanyakan orang disini memang ramah pada umumnya, tapi kalau urusan layan melayani konsumen, masih banyak yang mengecewakan. Contohnya aja tahun lalu aku sempat ke toko Bata di Harun Square dan si kakak mau cari sepatu kets. Ketika kita nanyain size untuk beberapa sepatu, mbak-mbaknya kayak ogah-ogahan gitu ngelayaninnya. Dia bilang “lihat aja disitu,” “size itu ya? hmm..kayaknya gak ada deh,” (padahal belum dicari, dan kata “kayaknya” itu menunjukkan dia nebak-nebak dan malas nyari). Akhirnya kita keluar dari situ dan belanja di tempat lain, walaupun barang yang dicari gak ada di tempat lain. Tapi daripada di Bata, toh, pelayannya juga gak mau jualan.

Nah, minggu lalu aku ke BCA Lhokseumawe. Bisa dibilang BCA adalah salah satu bank swasta yang terkenal dan terbesar di Indonesia, seharusnya CS / tellernya sudah terprogram untuk melayani nasabah dengan baik. Seharusnya. Tapi beda dengan kenyataannya. Kalau di kota kecil, biasa yang aku dapatin, “lo kenal siapa? lo bakalan dapat pelayanan khusus.” Gitu aja. Simple dan jelas. Tapi nyesekin bagi orang yang seperti aku, yang gak kenal siapa-siapa.

Continue reading