Book Review: Mengapa Ingin Kuakhiri Hidupku

A lot of why that we don’t know the answer to. The same goes with Brent Runyon, he didn’t know why he did, he just did, he just burned himself.

Novel terjemahan “Mengapa Ingin Kuakhiri Hidupku” karya Brent Runyon ini diambil dari kisah nyata Brent sendiri saat dia berumur 14 tahun. Buku ini mengandung kesedihan dan kenakalan seorang anak yang masih puber dan mempunyai niat untuk bunuh diri, beberapa kali. Dan yang terakhir, dia berhasil membakar tubuhnya. Namun akhirnya dia sadar dan tiba-tiba berteriak untuk minta tolong dan ingin selamat dari kejadian maut itu. Tubuh Brent mengalami sekitar 85% luka bakar dan dia dirawat di Rumah Sakit Anak.

Cover Depan

Cover Depan

Buku ini banyak menceritakan tentang pengalaman Brent selama di Rumah Sakit dan flashback tentang kehidupan Brent dulu. Karena bukunya merupakan pengalaman pribadi, buku ini jelas kelihatan seperti diary dan kebanyakan semua kejadian dari sisi sang penulis saat umurnya masih 14 tahun, tidak ada pendapatnya saat dia sudah dewasa dan sisi baik/pelajaran dari pengalamannya itu. Murni seperti membaca diary. Pembaca dibawa untuk menerka-nerka kelanjutan kisahnya, namun mungkin disini aku sedikit kecewa, karena tidak menemukan lanjutan dari pertanyaan-pertanyaannya. Salah satu pertanyaan yang dia tidak bisa jawab adalah

“Mengapa dia membakar tubuhnya?”

Continue reading

Advertisements

Book Review: Raksasa Dari Jogja

NYERAAAAH…

Akhirnya, setelah dipaksa-paksakan untuk menamatkan novel Raksasa Dari Jogja karya Dwitasari ini yang ceritanya aneh, nama-nama tokohnya maksa dan penyalahgunaan tanda baca di setiap percakapan, aku gak bisa menamatkannya! Menyerah! Baru kali ini merasa kecewa banget beli novel.

Awalnya gini, aku yang baru aja sign up ke Goodreads.com dan langsung ikutan Reading Challenge 2013, langsung aja pasang 25 books untuk di baca di tahun ini. Karena Lhokseumawe kota yang … yah gitulah, jadi belum ada Gramedia (BELUM YA! Suatu saat! Pasti BISA! CAIYO LHOKSEUMAWE!!)), ketemulah dengan beberapa toko buku. Kebanyakan sih menjual buku motivasi, buku islami dan beberapa majalah. Untuk novel masih dibilang sedikit banget dan gak up-to-date.

Di sini, kita gak bisa buka sampul bukunya, apalagi baca langsung di toko itu. Mungkin karena setiap buku limited stock saja. Karena udah kepengen banget beli novel, aku ngecheck review novel ini dari twitter. Biasanya review di twitter itu jujur dan langsung pendapat sendiri (gak menjual!). Dan setelah baca-baca review RDJ di twitter, banyak yang bilang bagus.

Review dari twitter

Review dari twitter

Dengan perasaan senang, pengen cepat-cepat membuka sampulnya, baca halaman demi halaman. Apalagi melihat covernya, bagus. Ternyata….

Continue reading