Small Little Things

Kadang kita lupa bahwa bersyukur untuk hal-hal kecil itu gampang. Rasanya banyak sekali hal kecil yang terjadi dalam hidupku, yang pantas aku syukuri. Seperti halnya aku dan keluargaku. Berada dalam keluarga yang begitu akrab walaupun sering kesal-kesalan, tapi aku tetap ingin menjadi bagian dari keluarga ini selalu…
Aku rasa banyak yang merasakan apa yang aku rasakan sekarang. Orang mempunyai keluarga yang benar-benar mereka sayangi dan mereka syukuri. Dan kita adalah orang-orang yang beruntung. 🙂

Dan hari ini aku ingin bersyukur. Aku ingin bersyukur atas hal kecil yang aku dengar hari ini.
“Badan mama udah ringan ya?” mama, ketika berbaring di tempat tidur sambil tersenyum.
Ringan artinya badannya lebih relaks, gak terlalu kaku seperti hari-hari, bulan, tahun-tahun sebelumnya. Mungkin aku terlalu jauh menganggap bahwa ini adalah hal yang super luar biasa. Tapi, bertahun-tahun sakit mengidap parkinson, berbaring di tempat tidur, selalu harus dibantu untuk bangun, membuat kata-kata ini menjadi penyemangat pagiku.

Mungkin hari ini indah. Mungkin hari ini adalah awal mula. Mungkin juga tidak. Tapi yang aku tahu, hari ini aku ingin bersyukur atashal kecil ini.

Nemanin mama "sunbathing" setiap pagi.

Nemanin mama “sunbathing” setiap pagi.

I love every little parts and seconds of being with my family.
Thanks God.

Advertisements

Bye My Toothy!

This horror story started when I was about to have my lunch. I was so effing hungry and can’t wait to taste my delicious cooking of chilly fried small fish (red: ikan teri disambelin). I had a spoon full of rice entered my mouth and I chewed. Chew, chew, chew, suddenly I feel something painful in my left side. My tongue ready to check it out if something stuck, it felt nothing. But I felt the pain.

Lazily, I checked that little bastard in the mirror, I thought something got stuck in my left teeth. I found a flashlight and checked it out. Nothing. But something’s moving. A tiny part of my wisdom tooth moved. It wiggled but doesn’t fall off. Then my nightmare began.

Thousand of years before, I never dreamed that I’ll be the one who goes to the dentist and got my tooth removed. I never dreamed of it, never speak of it, never see that my time has come. I know that I’m being too dramatic, but I never ready for this moment.

Do you ever have any toothache before? Is it painful? It is. And I was ready for it. When my baby molar tooth/wisdom tooth grew, I was exciting and feeling so much pain. My cheek swollen, I couldn’t moved my face, I couldn’t smile, couldn’t chew, even when I blinked my eye, it hurts. But I was ready for it. I feel the pain, I wrote about it in my facebook status and I even posted a picture when my cheek got swollen and chubby.

Now I have to face the dentist!

But I have to find one first. Based on my experience with dentist in my small town, I have none. So, I asked my friend. There is one in Lhokseumawe town called Smart Dental and another one in Batuphat town, Drg. Dicky something.

I checked out the first one in Lhokseumawe, Smart Dental. The dentist checked my tooth and straight away said that it should be moved. I was too scared. I asked “Is there any other way?”. She shooked her head, but didn’t feel sorry at all. I decided to go home.

Important tips: when you feel in doubt, ask for support.

So I asked my mom, my mas and my sister.

My sister said: “It will be painful, but you just feel it once, and you’ll never feel any toothache afterwards.”

My Mas said: “You should carefully select the dentist. Check their background, asked about their license, asked their other patients about the credibility of the dentist.”

My Mom said: “They’ll give you anesthetic, you won’t feel a thing.”

I decided to hear my super duper best mom’s advice instead!

So, the next day, with full support from my mom, I went to the dentist and asked her to remove my tooth. While waiting, I met my friend there and she said she already pulled 4 of her teeth, so I think the dentist is credible enough. So, I have my Mas support as well. 😛

The conversation between me and my dentist:

Dentist Lady (DL): “Are you ready?”

Me: “No.”

DL: “Ok, open your mouth.”

Me: “Can I hold your hand?”

DL: “No.”

Then I just closed my eyes and pray.

– the end –

wisdom tooth - cerita dona

Bye Toothy!

Ready for Gangnam Style

Such a busy month this March, we’re going to open our store soon for @handmadebyzee and we have a lot to decorate, display and products to sell. Beberapa minggu terakhir penuh dengan jahit, jahit, jahit. BUT I FEEL SO SLEEPY. I think I eat the “Sleeping Monster” and it’s growing inside my body.

Well, saatnya bersemangaaaat! Dua hari lagi aku akan berada di KL mengunjungi si bodat dan akan bernostalGILA lagi, reminiscing our crazy moments, drive to nowhere and just enjoying teh o ice and nasi lemak. On the weekend, we’ll drive through this Music Festival!

976260_599540_Future_Music_Festival_main_image

Future Music Festival Asia 2013

PSY Gangnam

HEEEEYY, SEXY LADY!

Oh yeah, I’m going to dance GANGNAM STYLE too! Even though some of you will say it’s sooooo 2012, and 2013 is Harlem Shake, well, I don’t care. I will do Harlem Shake in his concert!!! I hope I don’t get too hype and forget to take pictures/videos!

Holiday in a holiday moment…?? I’m coooming!!

CS Kota Kecil vs Kota Besar 02

Ini lanjutan dari postingan sebelumnya, tentang customer service di kota kecil seperti Lhokseumawe, kota kelahiranku. Aku gak bermaksud menjelekkan-jelekkan kota kelahiranku, bahkan terlalu banyak kenangan indah di kota ini yang gak bisa aku lepaskan. Tapi pendapat aku tentang “buruknya” pelayanan yang diberikan di berbagai perusahaan/usaha membuat aku geram.

Dan postingan ini murni pendapat, kalau ada yang tidak setuju, ya silahkan saja, mana tau kita bisa bertukar cerita dan pengalaman. 😉

Ok, lanjut aja ya. 2 minggu lalu aku sempat ditawarin kerja di salah satu anak perusahaan pusat telekomunikasi terbesar di Indonesia. Sebut saja Perusahaan Z. Nah, aku awalnya ditawarin untuk jadi Admin di bagian Sales. Menurutku sih boleh-boleh saja, aku pikir kalau Admin ya kerjanya gak terlalu berat. Dan aku memang ingin nyari kerjaan yang ringan, supaya bisa sekalian menyusun strategi-strategi untuk bisnis craft Handmade by Zee yang sekarang. Kalau admin kan bisa pulang tepat waktu, gak perlu lembur, kerjaannya cuma ngetik-ngetik dan filing. Gak ada beban. Menurutku sih gitu.

Continue reading

My not so busy month

Demi ada alasan untuk menulis di blog yang ini, aku ikutan #30HariMenulisSuratCinta. Seperti keterangan di blog mereka, ini adalah proyek non komersil yang dibentuk untuk kesenangan menulis dan di pamerkan lewat blog dan twitter. Dan tahun ini sponsornya dari Axis GSM dan siapa yang suratnya beruntung, dapat merchandise setiap hari, minggu dan dapat top prize di akhir proyek. Yang bikin semangatnya sebenarnya hadiahnya sih. Walopun belum pernah menang. hihi.

Banner untuk di Blog

Banner untuk di Blog

Hal yang paling sulit bagiku adalah menentukan tujuan untuk surat-surat itu. Dari hari pertama ikutan, aku selalu bingung mau mengajukan suratnya untuk siapa. Untuk keluarga? Sepertinya mereka bosan membaca blog-blog ku tentang mereka (udah sering kayaknya) atau ke teman-teman? Laah, ntar ada yang kesinggung kalau gak dikirimin semua. Atau ke pacar? Selama 30 hari menulis surat cinta ke pacar? Maaf pacaaar, saya gak seromantis itu orangnya.

Ternyata nyari inspirasi setiap hari dan menghasilkan satu tulisan ataupun dalam bentuk surat itu susah juga ya. Apalagi di proyek ini, kita dikasih tema bebas kecuali setiap hari Selasa dan Jumat. Hari Selasa biasanya tema nya udah ditentukan, tujuannya udah ada. Contohnya seperti tema hari Selasa minggu lalu, surat cinta ditujukan untuk tokoh fiksi bisa dari komik, serial tv, novel atau apapun. Kalau setiap Jumat, kita dikasih kesempatan untuk menulis surat kaleng. Suratnya boleh untuk siapa aja tapi nama pengirim surat tidak boleh dicantumkan.

Surat-surat ini nantinya akan di post ke twitter, lalu mention nama Tukang Pos Keliling yang akan mengantar atau memblast out surat-surat kita di twitter. Kalau ada yang mau baca-baca suratnya, cari aja hastag #30HariMenulisSuratCinta di twitter.

Bagiku, hal yang paling susah itu memunculkan inspirasi untuk menulis surat. Setiap hari deadline jam 6 sore, dan suratku pastiku kukirim antara jam setengah 6 sampai jam 6, karena ide-ide atau inspirasinya itu datang selalu sekitar jam 4 lewat. Waktunya udah mepet banget. Mungkin gampang ya kalau cuma sekedar menulis surat, bagiku ternyata susah. Karena entah kenapa aku gak bisa tulis surat yang biasa-biasa aja. Takut ketahuan itu asli atau enggak. Jadi dibumbuin sedikit tokoh fiksi dan kejadian-kejadian lebay. hihihi.

Kalau mau baca semua suratnya, silahkaaan, dan jangan lupa kasih komentar ya. Open here –> My #30HariMenulisSuratCinta

Awal-awal nulis suratnya sih rata-rata untuk masa laluku dan cerita-cerita lama yang aku ungkit kembali. Ada juga kisah lama yang tidak aku tuliskan di surat itu, karena ada sebagian yang gak begitu menyakitkan dan ada sebagian yang masih menyakitkan. huhu.

Btw, ada juga nih surat yang aku suka aku baca. Suratnya betul-betul menarik karena pengirimnya seolah-olah dari tokoh terkenal di jaman dulu banget. Cek him out —> Peluru Aksara

Ok, segitu aja dulu curhatan tentang kesibukanku yang gak jelas selama ini. Tinggal 4 kali posting lagi nih. Semoga menang top prize dah. hihi. Yah, paling enggak menambah follower dan visit stats di blog aku. Makasih … 🙂

Oh and btw, si kakak lagi buatin bantal tweety untuk pesanan temennya. So cute and HUGable!! It’s not ready yet but I want to hug it already! ♥