Demam…

Dari kemarin aku demam.. Demam korea.. Appaa.. Umma… Oppaa.. Onni.. At least sekarang kalau di rumah udah bisa manggil abang dan kakak pake bahasa korea. mihihi. Padahal beberapa tahun kemarin sempat vacuum dari drama-drama korea ini, karena lagi malas nangis-nangisan, sebel-sebelan, senyum2 sendiri. Trus tahun lalu sempat nonton My Girlfriend is a Gumiho (my most favorite korean drama beside Full House!) dan sukaaaa banget… joh-a,, jeongmal joh-a..

In My Girlfriend is a Gumiho

In My Girlfriend is a Gumiho

Sejak itu jatuh cinta dengan aktornya si Lee Seung Gi Oppa. *droollingeyes*

Continue reading

Advertisements

Bye My Toothy!

This horror story started when I was about to have my lunch. I was so effing hungry and can’t wait to taste my delicious cooking of chilly fried small fish (red: ikan teri disambelin). I had a spoon full of rice entered my mouth and I chewed. Chew, chew, chew, suddenly I feel something painful in my left side. My tongue ready to check it out if something stuck, it felt nothing. But I felt the pain.

Lazily, I checked that little bastard in the mirror, I thought something got stuck in my left teeth. I found a flashlight and checked it out. Nothing. But something’s moving. A tiny part of my wisdom tooth moved. It wiggled but doesn’t fall off. Then my nightmare began.

Thousand of years before, I never dreamed that I’ll be the one who goes to the dentist and got my tooth removed. I never dreamed of it, never speak of it, never see that my time has come. I know that I’m being too dramatic, but I never ready for this moment.

Do you ever have any toothache before? Is it painful? It is. And I was ready for it. When my baby molar tooth/wisdom tooth grew, I was exciting and feeling so much pain. My cheek swollen, I couldn’t moved my face, I couldn’t smile, couldn’t chew, even when I blinked my eye, it hurts. But I was ready for it. I feel the pain, I wrote about it in my facebook status and I even posted a picture when my cheek got swollen and chubby.

Now I have to face the dentist!

But I have to find one first. Based on my experience with dentist in my small town, I have none. So, I asked my friend. There is one in Lhokseumawe town called Smart Dental and another one in Batuphat town, Drg. Dicky something.

I checked out the first one in Lhokseumawe, Smart Dental. The dentist checked my tooth and straight away said that it should be moved. I was too scared. I asked “Is there any other way?”. She shooked her head, but didn’t feel sorry at all. I decided to go home.

Important tips: when you feel in doubt, ask for support.

So I asked my mom, my mas and my sister.

My sister said: “It will be painful, but you just feel it once, and you’ll never feel any toothache afterwards.”

My Mas said: “You should carefully select the dentist. Check their background, asked about their license, asked their other patients about the credibility of the dentist.”

My Mom said: “They’ll give you anesthetic, you won’t feel a thing.”

I decided to hear my super duper best mom’s advice instead!

So, the next day, with full support from my mom, I went to the dentist and asked her to remove my tooth. While waiting, I met my friend there and she said she already pulled 4 of her teeth, so I think the dentist is credible enough. So, I have my Mas support as well. 😛

The conversation between me and my dentist:

Dentist Lady (DL): “Are you ready?”

Me: “No.”

DL: “Ok, open your mouth.”

Me: “Can I hold your hand?”

DL: “No.”

Then I just closed my eyes and pray.

– the end –

wisdom tooth - cerita dona

Bye Toothy!

Ready for Gangnam Style

Such a busy month this March, we’re going to open our store soon for @handmadebyzee and we have a lot to decorate, display and products to sell. Beberapa minggu terakhir penuh dengan jahit, jahit, jahit. BUT I FEEL SO SLEEPY. I think I eat the “Sleeping Monster” and it’s growing inside my body.

Well, saatnya bersemangaaaat! Dua hari lagi aku akan berada di KL mengunjungi si bodat dan akan bernostalGILA lagi, reminiscing our crazy moments, drive to nowhere and just enjoying teh o ice and nasi lemak. On the weekend, we’ll drive through this Music Festival!

976260_599540_Future_Music_Festival_main_image

Future Music Festival Asia 2013

PSY Gangnam

HEEEEYY, SEXY LADY!

Oh yeah, I’m going to dance GANGNAM STYLE too! Even though some of you will say it’s sooooo 2012, and 2013 is Harlem Shake, well, I don’t care. I will do Harlem Shake in his concert!!! I hope I don’t get too hype and forget to take pictures/videos!

Holiday in a holiday moment…?? I’m coooming!!

CS Kota Kecil vs Kota Besar 02

Ini lanjutan dari postingan sebelumnya, tentang customer service di kota kecil seperti Lhokseumawe, kota kelahiranku. Aku gak bermaksud menjelekkan-jelekkan kota kelahiranku, bahkan terlalu banyak kenangan indah di kota ini yang gak bisa aku lepaskan. Tapi pendapat aku tentang “buruknya” pelayanan yang diberikan di berbagai perusahaan/usaha membuat aku geram.

Dan postingan ini murni pendapat, kalau ada yang tidak setuju, ya silahkan saja, mana tau kita bisa bertukar cerita dan pengalaman. 😉

Ok, lanjut aja ya. 2 minggu lalu aku sempat ditawarin kerja di salah satu anak perusahaan pusat telekomunikasi terbesar di Indonesia. Sebut saja Perusahaan Z. Nah, aku awalnya ditawarin untuk jadi Admin di bagian Sales. Menurutku sih boleh-boleh saja, aku pikir kalau Admin ya kerjanya gak terlalu berat. Dan aku memang ingin nyari kerjaan yang ringan, supaya bisa sekalian menyusun strategi-strategi untuk bisnis craft Handmade by Zee yang sekarang. Kalau admin kan bisa pulang tepat waktu, gak perlu lembur, kerjaannya cuma ngetik-ngetik dan filing. Gak ada beban. Menurutku sih gitu.

Continue reading

CS Kota Kecil vs Kota Besar 01

Mau cerita banyak nih tentang “malesnya” tinggal di kota kecil. Contohnya seperti limited fast food chain, limited produk-produk dari luar (misalnya Body Shop, Topshop, Charles & Keith) bahkan di kota ku gak ada, limited mall (hanya 1 di kota ku), dan limited excellent customer service.

Nah, mau ngomong tentang customer service nih. Kenapa kebanyakan kota kecil, pelayanan terhadap konsumen biasanya buruk. Memang tidak semuanya seperti itu, tapi kebanyakan. Dulu pas tinggal di Padang, ada satu toko roti yang pelayannya malesin banget. Mereka tahu bahwa mereka yang terbaik, terlengkap, terenak di kota itu, tapi bukan berarti pelanggan bukan raja. Apalagi pelayanannya buruk, tambah pengetahuan produknya juga buruk. Kalau di kota besar, biasanya toko-toko seperti itu tidak bertahan lama.

Lanjut lagi di kota Lhokseumawe ini. Kebanyakan orang disini memang ramah pada umumnya, tapi kalau urusan layan melayani konsumen, masih banyak yang mengecewakan. Contohnya aja tahun lalu aku sempat ke toko Bata di Harun Square dan si kakak mau cari sepatu kets. Ketika kita nanyain size untuk beberapa sepatu, mbak-mbaknya kayak ogah-ogahan gitu ngelayaninnya. Dia bilang “lihat aja disitu,” “size itu ya? hmm..kayaknya gak ada deh,” (padahal belum dicari, dan kata “kayaknya” itu menunjukkan dia nebak-nebak dan malas nyari). Akhirnya kita keluar dari situ dan belanja di tempat lain, walaupun barang yang dicari gak ada di tempat lain. Tapi daripada di Bata, toh, pelayannya juga gak mau jualan.

Nah, minggu lalu aku ke BCA Lhokseumawe. Bisa dibilang BCA adalah salah satu bank swasta yang terkenal dan terbesar di Indonesia, seharusnya CS / tellernya sudah terprogram untuk melayani nasabah dengan baik. Seharusnya. Tapi beda dengan kenyataannya. Kalau di kota kecil, biasa yang aku dapatin, “lo kenal siapa? lo bakalan dapat pelayanan khusus.” Gitu aja. Simple dan jelas. Tapi nyesekin bagi orang yang seperti aku, yang gak kenal siapa-siapa.

Continue reading

Be (+)

Wait.. Uhm, what’s today? Saturday? Oh yeah,

So, being unemployed or self employed is not really enjoyable. You have all the time in the world, but really, even all the time is never enough. Too much to tweet, to see, to blog, to view, to pin, to craft, to think about next project, to search for inspiration even to eat. Especially when your ideas are scatter everywhere and you don’t which one to pick up first. Ideas, ideas, ideaas!

Well, yeah, my week is full of inspirations.

Aku dan kedua kakakku sudah membicarakan dengan serius, malah sangat serius dan menjiwai bahwa kami akan mengembangkan usaha flanel ini menjadi lebih terbuka dan tersedia untuk umum, khususnya khalangan Panggoi dan Lhokseumawe, kota tercinta ini. Akhirnya, kami akan benar-benar memfokuskan diri kami di usaha flanel ini, sampai stabil dan insyaAllah apabila berhasil, kami akan meneruskan dengan usaha-usaha yang lain. Amiin.

Follow or Like us! ;)

Follow or Like us! 😉

Anyway, beberapa bulan ini sejak punya pacar yang baik dan sabar, aku jadi sabar dalam berpacaran. Dan rasanya pengen banget terus-terusan positive, terus bersabar dan terus dekat dengan dia. Ternyata sabar itu menular yah.. Gak tau dengan pendapat yang lain, tapi beneran, kita bisa mencoba untuk melihat sesuatu dengan teliti, hati-hati sekali mencerna kalimat demi kalimat, lebih mendengar dan menghargai setiap perkataan.

Dan aku jadi percaya, berbagai positive attitude yang kita berikan ke orang lain (dalam artian selalu berpikir dan bertindak positive, bukan “menceramahi” ya) ternyata akan berdampak suatu saat ke diri orang lain tersebut. Seperti pemikiran beberapa filsafat dahulu dan mungkin banyak yang udah selalu mengajak orang untuk meng-apply kan tentang Think Positive, Be Positive, Do Positive. Because, it already proves that by being positive, we give something positive back to ourselves.

Lalu sebenarnya udah berapa banyak sih beberapa role model, artis, penyanyi ataupun known speaker yang selalu kita acungkan jempol atas pikiran-pikirannya yang selalu positive. Atas beberapa kritikan dan komentar jelek tentang dirinya tapi dia tetap tidak meng’indah’kan semua hal itu, malah melakukan sebaliknya. Malah terus-terusan menjadi inspirasi dan menjadi contoh di kalangan masyarakat. Many inspiring role model for me.

One of them is Dee Dewi Lestari. Aku sudah pernah bilang ke kakakku kalau aku tidak suka dengan buku-bukunya yang terlalu berfantasi ria. Tapi suatu karya dan orang dibalik karya itu, adalah dua hal yang berbeda. And she inspired me to be better when she tweets about taking criticism to another whole level.—> Read full tweets here. 

So, be whoever you want to be but always show a positive thinking and attitude. As for me, I’m learning, learning from him. 😉

Anyway, sebenarnya married juga penyakit menular ya. Karena kemarin dapat kabar teman baikku di Padang, Eka yang baru aja married Jum’at kemarin, aku jadi pengen married juga. X(((( (nah, kalau yang ini bagaimana menghadapinya secara positive yaaa??)

 

My not so busy month

Demi ada alasan untuk menulis di blog yang ini, aku ikutan #30HariMenulisSuratCinta. Seperti keterangan di blog mereka, ini adalah proyek non komersil yang dibentuk untuk kesenangan menulis dan di pamerkan lewat blog dan twitter. Dan tahun ini sponsornya dari Axis GSM dan siapa yang suratnya beruntung, dapat merchandise setiap hari, minggu dan dapat top prize di akhir proyek. Yang bikin semangatnya sebenarnya hadiahnya sih. Walopun belum pernah menang. hihi.

Banner untuk di Blog

Banner untuk di Blog

Hal yang paling sulit bagiku adalah menentukan tujuan untuk surat-surat itu. Dari hari pertama ikutan, aku selalu bingung mau mengajukan suratnya untuk siapa. Untuk keluarga? Sepertinya mereka bosan membaca blog-blog ku tentang mereka (udah sering kayaknya) atau ke teman-teman? Laah, ntar ada yang kesinggung kalau gak dikirimin semua. Atau ke pacar? Selama 30 hari menulis surat cinta ke pacar? Maaf pacaaar, saya gak seromantis itu orangnya.

Ternyata nyari inspirasi setiap hari dan menghasilkan satu tulisan ataupun dalam bentuk surat itu susah juga ya. Apalagi di proyek ini, kita dikasih tema bebas kecuali setiap hari Selasa dan Jumat. Hari Selasa biasanya tema nya udah ditentukan, tujuannya udah ada. Contohnya seperti tema hari Selasa minggu lalu, surat cinta ditujukan untuk tokoh fiksi bisa dari komik, serial tv, novel atau apapun. Kalau setiap Jumat, kita dikasih kesempatan untuk menulis surat kaleng. Suratnya boleh untuk siapa aja tapi nama pengirim surat tidak boleh dicantumkan.

Surat-surat ini nantinya akan di post ke twitter, lalu mention nama Tukang Pos Keliling yang akan mengantar atau memblast out surat-surat kita di twitter. Kalau ada yang mau baca-baca suratnya, cari aja hastag #30HariMenulisSuratCinta di twitter.

Bagiku, hal yang paling susah itu memunculkan inspirasi untuk menulis surat. Setiap hari deadline jam 6 sore, dan suratku pastiku kukirim antara jam setengah 6 sampai jam 6, karena ide-ide atau inspirasinya itu datang selalu sekitar jam 4 lewat. Waktunya udah mepet banget. Mungkin gampang ya kalau cuma sekedar menulis surat, bagiku ternyata susah. Karena entah kenapa aku gak bisa tulis surat yang biasa-biasa aja. Takut ketahuan itu asli atau enggak. Jadi dibumbuin sedikit tokoh fiksi dan kejadian-kejadian lebay. hihihi.

Kalau mau baca semua suratnya, silahkaaan, dan jangan lupa kasih komentar ya. Open here –> My #30HariMenulisSuratCinta

Awal-awal nulis suratnya sih rata-rata untuk masa laluku dan cerita-cerita lama yang aku ungkit kembali. Ada juga kisah lama yang tidak aku tuliskan di surat itu, karena ada sebagian yang gak begitu menyakitkan dan ada sebagian yang masih menyakitkan. huhu.

Btw, ada juga nih surat yang aku suka aku baca. Suratnya betul-betul menarik karena pengirimnya seolah-olah dari tokoh terkenal di jaman dulu banget. Cek him out —> Peluru Aksara

Ok, segitu aja dulu curhatan tentang kesibukanku yang gak jelas selama ini. Tinggal 4 kali posting lagi nih. Semoga menang top prize dah. hihi. Yah, paling enggak menambah follower dan visit stats di blog aku. Makasih … 🙂

Oh and btw, si kakak lagi buatin bantal tweety untuk pesanan temennya. So cute and HUGable!! It’s not ready yet but I want to hug it already! ♥